Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten

  • Suhartono Fakultas Hukum Sebelas Maret Surakarta
Keywords: Arbitrase, Alternatif Penyelesaian Sengketa, Paten

Abstract

Penulisan artikel ini membahas bagaimana lembaga arbitrase dan Alternatif Penyelesian
Sengketa menyelesaikan sengketa diakibatkan dari berbagai kekurangan yang ada dalam
proses penyelesaian sengketa melalui pengadilan. Dikarenakan pada proses litigasi masih
dirasakan merugikan bagi para pihak baik dari segi kepastian ataupun rasa keadilan yang
tidak terpenuhi oleh para pihak yang bersengketa, sehingga timbullah penyelesaian
sengketa di luar pengadilan sesuai dengan Undang-Undang Paten dapat menggunakan
Pasal 124, yaitu Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Arbitrase dapat dibedakan
dengan APS sebab arbitrase bersifat ajudikatif cenderung menghasilkan putusan yang win-
lose solution, sedangkat APS bersifat konsensus atau kooperatif yang menghasilkan
putusan win-win solution. Model APS lain seperti Konsultasi, Minitrial, Summary Jury
Trial, penyelesaian dengan organisasi, dan lain-lain. Arbitrase dan APS dapat menjadi
sebuah pembaharuan dalam penyelesaian sengketa Paten seperti yang diharapkan oleh
masyarakat, mengingat kekurangan Alternatif penyelesaian sengketa adalah Dalam Pasal
124 Undang-Undang Paten hanya menyebutkan secara eksplisit mengenai APS, meskipun
dalam penjelasannya disebutkan bahwa alternatif penyelesaian sengketa adalah negosiasi,

mediasi, konsiliasi, dan lainnya sesuai dalam peraturan perundangan.

Published
2020-05-12